Rata-rata guru dan dosen, setidaknya di Indonesia, bermental copas
Otaknya, penuh dengan kutipan, daftar pustaka, dan catatan kaki
Itu sebabnya, mereka tidak bisa diharapkan untuk memecahkan masalah-masalah yang bersifat kontekstual
Mereka, hanya cocok untuk membius para peserta didik menjadi gila hafal.
Lalu bernafsu untuk menjawab soal ujian.
Tapi keok digelanggang kehidupan kongkrit.-ea